Jembatan Selat Sunda akan menjadi jembatan dengan bentang tengah terpanjang di Indonesia, dan kedua di dunia. Saat ini, bentang tengah terpanjang adalah jembatan di Italia dan kedua di Jepang. Jika terealisasi, Jembatan Selat Sunda akan menggusur posisi jembatan di Jepang.
Jembatan dengan total panjang sekitar 29 kilometer itu dibangun menggunakan dua buah jembatan suspensi sebagai jembatan utama dengan panjang bentang mencapai 2.500 meter. Di atas jembatan ini juga direncanakan dapat dilewati kereta api. Rencananya, jembatan ini akan mulai dibangun pada 2014, dan membutuhkan waktu 10 tahun.
Jembatan ini penting sebagai alternatif pemecahan mobilitas tinggi antara Pulau Jawa dan Sumatera. Jawa dan Sumatera memiliki ketergantungan tinggi karena Sumatera sebagai sentra produksi, pengolahan hasil bumi, dan lumbung energi nasional. Sementara itu, Jawa merupakan pendorong industri jasa nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 80 persen kontribusi produk domestik bruto (PDB) pada 2010 berasal dari Jawa dan Sumatera. Namun, pelayanan transportasi barang dan jasa dengan penyeberangan kapal ferry dinilai tidak optimal.
Jembatan ini penting sebagai alternatif pemecahan mobilitas tinggi antara Pulau Jawa dan Sumatera. Jawa dan Sumatera memiliki ketergantungan tinggi karena Sumatera sebagai sentra produksi, pengolahan hasil bumi, dan lumbung energi nasional. Sementara itu, Jawa merupakan pendorong industri jasa nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 80 persen kontribusi produk domestik bruto (PDB) pada 2010 berasal dari Jawa dan Sumatera. Namun, pelayanan transportasi barang dan jasa dengan penyeberangan kapal ferry dinilai tidak optimal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar